Minggu, 24 Agustus 2025

Kasus Dugaan Malpraktik balita hingga meninggal dunia di Porong, PSI Dampingi Keluarga Balita Hanania

Sidoarjo, 24 Agustus 2025 – Kasus dugaan malapraktik di Klinik Siaga Medika Candipari, Kecamatan Porong, Sidoarjo, kembali menyedot perhatian publik. Seorang balita bernama Hanania Fatin Majida (2 tahun 10 bulan) meninggal dunia setelah menjalani perawatan selama lima hari di klinik tersebut. Pihak keluarga menduga adanya kelalaian medis yang memperparah kondisi Hanania hingga akhirnya meninggal dunia pada Selasa, 4 Juni 2025.

Kronologi Kejadian

Hanania awalnya dibawa ke klinik karena demam. Pada kunjungan pertama, ia hanya diberi obat jalan. Dua hari kemudian, kondisi demam kembali tinggi sehingga keluarga memutuskan untuk membawa Hanania rawat inap. Namun, klaim menggunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS) ditolak pihak klinik dengan alasan tidak aktif. Akibatnya, keluarga harus mendaftar sebagai pasien umum dan menanggung biaya perawatan meskipun kondisi ekonomi mereka terbatas.

Selama perawatan, kondisi Hanania justru semakin memburuk. Tangan korban mengalami luka melepuh akibat infus, membengkak, hingga kejang pada hari kelima. Keluarga sempat meminta rujukan ke rumah sakit, tetapi permintaan ditolak karena alasan tagihan perawatan sebesar Rp3.020.000 belum dilunasi. Rujukan baru diberikan setelah keluarga menyerahkan Kartu Keluarga sebagai jaminan.

Sayangnya, saat dirujuk ke RSUD R.T Notopura, kondisi Hanania sudah kritis. Ia meninggal dunia 12 jam setelah tiba di RSUD. Pihak keluarga kemudian mengecek status KIS Hanania, dan ternyata masih aktif. Hal ini menimbulkan dugaan adanya informasi yang tidak benar dari pihak klinik.

PSI Turun Tangan

Kasus ini mendapat perhatian dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sidoarjo. Ketua DPD PSI Sidoarjo, Firmansyah Maulana, bersama Sekretaris DPD, Zahni Hafizh Atsari (Bro Yoko), mendatangi keluarga korban untuk memberikan dukungan moral sekaligus pendampingan hukum.

“Kasus ini awalnya dilaporkan kader PSI. Setelah dipelajari, kami putuskan untuk ikut mendampingi. Ini murni atas dasar kemanusiaan. Kasihan Hanania, kasihan juga keluarganya,” ungkap Firmansyah.

Zahni Hafizh Atsari menambahkan, PSI akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah, termasuk Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, untuk memastikan adanya tindak lanjut. “Kami akan bantu semampu kami agar keluarga mendapat keadilan. Ketua juga sudah koordinasi dengan Ibu Wabup, nanti dibantu,” tegasnya.

Belum Ada Konfirmasi dari Klinik

Hingga berita ini diturunkan, pihak Klinik Siaga Medika Candipari belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan malapraktik ini. Upaya media untuk meminta konfirmasi belum membuahkan hasil. Kepala Desa Candipari juga belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai kasus ini.

Kasus Hanania kini menjadi sorotan publik dan menambah daftar panjang dugaan kelalaian medis di Indonesia, sekaligus menjadi ujian serius bagi pihak berwenang untuk memastikan layanan kesehatan yang lebih aman, transparan, dan adil bagi masyarakat.(Is)